8 Cara Menjadi Orang Kaya dengan Passion dalam Diri

Cara Menjadi Kaya

Setiap orang memiliki renjana (passion, dalam bahasa Indonesia) dalam dirinya. Ketika melakukan kegiatan sesuai renjananya, seseorang akan merasa bahagia dan bebas dari tekanan. Oleh karena itu, waktu yang dihabiskan pun akan terasa berharga karena dianggap sebagai bagian dari kehidupan yang diinginkan. Sebaliknya, apabila melakukan sesuatu yang tidak sesuai renjana, maka waktu yang dihabiskan akan terasa “terbuang”. Bahkan, hati pun akan merasa “rugi” karena telah melakukan sesuatu yang tidak diinginkan (Baca Juga: Uang Itu Berbentuk Kertas atau Nilai Guna Produk?). Tentu, sepanjang hidupnya, setiap orang ingin menghabiskan waktu dengan melakukan aktivitas yang sesuai dengan renjananya.

Banyak orang yang mengatakan bahwa “sukses adalah ketika kamu melakukan pekerjaan yang kamu senangi (sesuai dengan renjana)”1https://www.youtube.com/watch?v=n6hSDqrZ7Mw. Kita pun bisa membayangkan alangkah nikmatnya apabila kita melakukan sesuatu sesuai dengan renjana, tetapi mendapatkan uang hingga jutaan bahkan miliaran rupiah. Tentu, kita semua ingin bekerja sesuai renjana terjadi dalam hidup kita. Agar bekerja sesuai renjana dapat terealisasikan dalam kehidupan nyata, ada beberapa hal yang harus kita sadari dan lakukan, yaitu:

1. Mampu Membuat Karya yang Berkualitas dengan Renjana yang Kita Miliki

Langkah pertama yang harus dilakukan ialah mampu membuat karya yang berkualitas, setidaknya lebih baik dari kompetitor yang sudah ada dan/atau memiliki karakter yang khas, yang sangat menunjukkan bahwa karyamu diciptakan olehmu. Jika tidak mampu membuat karya yang berkualitas, maka sebaiknya kamu melupakan untuk menghasilkan uang dari renjana dalam dirimu. Mungkin kamu berpikir “Loh? Bagaimana sih? Kok artikel ini tidak menyemangati?”. Ya, memang, karena artikel ini memaparkan kenyataan. Sehebat apapun promosi yang kamu lakukan, apabila kamu tidak memiliki karya yang mumpuni, maka kamu tidak mungkin menjadi orang kaya. Setelah mengeluarkan uang untuk membeli karyamu, tentu konsumen akan melakukan evaluasi setelah menggunakan karyamu. Apabila karyamu tidak berkualitas, maka konsumen tidak akan menjadi pembeli setia, apalagi merekomendasikan karyamu kepada teman-temannya2Schiffman, L. G., & Wisenblit, J. L. (2015). Consumer Behavior (11th ed.). New York: Pearson..

2. Menyadari Bahwa Berkarya dan Menghasilkan Uang dari Karya merupakan Dua Hal yang Berbeda

Setelah mampu menghasilkan karya yang berkualitas, kita perlu menyadari bahwa menciptakan karya yang berkualitas dan menghasilkan uang dari karya merupakan dua hal yang berbeda. Sebagus apapun karya yang kamu ciptakan, kamu tidak akan memperoleh uang sepeserpun apabila tidak ada seorang pun yang membeli. Tentu, konsumen tidak akan pernah membeli karyamu apabila konsumen tidak mengetahui bahwa kamu memiliki suatu karya yang hebat untuk dijual. Agar banyak orang yang mengetahui karyamu, tentunya kamu harus melakukan pemasaran.

3. Mempelajari Ilmu Pemasaran

Agar kita mampu melakukan pemasaran secara terstruktur dan sistematis, sehingga memberikan hasil yang optimal, maka kita perlu mempelajari ilmu pemasaran. Artikel ini tidak akan membahas tentang ilmu pemasaran, tetapi menyarankan kamu untuk mempelajari ilmu pemasaran dari sumber lain (mungkin artikel berikutnya dari Pikir Ulang akan membahas tentang pemasaran). Untuk mulai belajar ilmu pemasaran, kamu sangat direkomendasikan untuk membaca buku tentang pemasaran, yang bisa kamu beli di toko terdekat ataupun mendownload e-book secara online (Silakan Baca: Cerdas Berliterasi: Jangan Sampai Salah Belajar untuk mengetahui cara mendapatkan e-book berbahasa Inggris secara gratis). Namun, apabila kamu sungguh malas dan tidak suka membaca buku, kamu disarankan untuk mempelajari video pemasaran ini: EMANG MARKETING PENTING? oleh Pandji Pragiwaksono atau bisa juga belajar dari sumber lain.

4. Melakukan Pemasaran Sesuai Target

 

Setelah mempelajari ilmu pemasaran, ada satu hal krusial yang perlu ditekankan, yaitu melakukan pemasaran sesuai target. Target yang dimaksud ialah orang-orang yang membutuhkan karya kamu atau setidaknya berpotensi untuk menyukai karya kamu. Jika kamu memiliki modal yang sangat besar, mungkin kamu bisa mengabaikan poin ini dan melakukan promosi secara masal tanpa pandang bulu. Namun untuk mengefisiensikan biaya pemasaran (baik biaya materi maupun biaya tenaga), kamu perlu melakukan promosi tepat sasaran sesuai target.

5. Konsisten dalam Berkarya

Apakah karya yang kamu hasilkan laku atau tidak, tetap penting bagi kamu untuk konsisten dalam berkarya. Jika karya yang kamu hasilkan berkualitas, maka suatu saat pasti akan laku. Kamu bisa menanyakan teman-teman terdekatmu dan orang-orang yang kompeten dalam menilai karyamu untuk mengetahui secara pasti apakah karyamu sungguh berkualitas. Jika karyamu sudah berkualitas, tetapi tetap tidak laku, maka kemungkinan besar ada yang salah dalam caramu melakukan pemasaran.

6. Bergabung ke Komunitas yang Sebidang dengan Karyamu

Dengan berada di komunitas, kamu bisa bertemu dengan orang yang lebih berilmu daripada kamu. Berinteraksilah dengan mereka agar ilmu yang mereka miliki dapat kamu pelajari. Kamu juga bisa melakukan konsolidasi ilmu dengan membagikan ilmu yang kamu miliki kepada mereka. Tentu, umpan-balik dari mereka akan sangat bermanfaat bagi perkembangan dirimu. Selain itu, komunitas juga dapat menjadi sumber informasi utama mengenai berita terkini dengan bidangmu (misalnya, harga bahan pokok naik, konsumen mengharapkan sesuatu, dan lain-lain)

7. Berkomunikasi dengan Pembeli untuk Meningkatkan Kualitas Karya

Sebagai pencipta suatu karya, kita memerlukan ide-ide baru untuk menciptakan karya berikutnya. Pengalaman konsumen mengenai apa yang dipikirkan dan dirasakannya setelah menggunakan karya yang kamu buat dapat menjadi informasi kunci untuk melakukan inovasi pada penciptaan karya berikutnya. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk selalu membuka pintu komunikasi dengan konsumen pada sebelum, ketika, dan setelah konsumen melakukan pembelian.

8. Melakukan Investasi pada Diri Sendiri

Investasi pada diri sendiri merupakan kegiatan yang sangat penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas karya kita, tetapi paling sering dilupakan. Investasi pada diri sendiri dilakukan dengan cara meningkatkan kapasitas diri sendiri melalui beberapa sumber, misalnya mengikuti seminar, kelas, dan membaca buku. Biasanya, akan tiba saatnya ketika kamu merasa sudah melakukan segala sesuatu yang kamu bisa, tetapi bisnis yang kamu lakukan tidak kunjung berkembang secara optimal. Kemungkinan besar, kamu perlu meningkatkan kapasitas dirimu agar mampu melakukan sesuatu yang signifikan bagi perkembangan bisnismu.

Penutup

Menjadi orang kaya dengan bekerja sesuai renjana memanglah aktivitas yang perlu usaha lebih karena kamu harus mempelajari dua bidang ilmu, yaitu ilmu tentang pemasaran dan ilmu tentang renjanamu sendiri. Meskipun demikian, tentunya kamu akan lebih menikmati hidup apabila sukses melakukannya. Kunci suksesnya terletak pada satu kata kunci, yaitu belajar. Jika kita selalu ingin belajar dan mengurangi kegiatan-kegiatan yang tidak penting, maka menjadi kaya dengan renjana dalam diri bukanlah hal yang sulit untuk direalisasikan.

The following two tabs change content below.
Henri Satria Anugrah
S.Psi. Universitas Gadjah Mada. Menulis tentang Psikologi dan Isu Sosial. Pembelajar abadi. Gemar membaca buku bidang: psikologi, agama, ekonomi, bisnis, dan politik.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*