fbpx

Apakah Horny Cermin dari Hati Kotor dan Tidak Suci?

Horny

“Aku sedang horny, apakah jiwaku kotor?” merupakan pertanyaan yang cukup sering saya jumpai ketika berbincang dengan teman-teman. Mereka merasa bahwa gairah seks (atau biasa disebut horny, sangedll sesuai daerah) seakan berasal dari “bisikan setan” yang harus disingkirkan, sehingga bisa terhindar dari perasaan berdosa. Namun jika dipikir dengan seksama, bukankah semua orang yang sudah pubertas pasti pernah merasakan adanya gairah seks dalam benaknya? Apakah ini berarti bahwa “bisikan setan” ada di setiap diri manusia, tanpa kecuali? Mari kita dengan seksama dan sekritis mungkin untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Apa itu Horny?

Gairah seks (horny) merupakan fitrah atau naluri dasar yang pasti dimiliki oleh setiap manusia. Gairah seks berasal dari respons hormonal tubuh manusia, misalnya hormon testosteron, estrogen, dan oksitoksin1Lehmiller, J. J. (2018). The Psychology of Human Sexuality (2nd ed.). Hoboken: John Willey & Sons.2Kalat, J. W. (2019). Biological Psychology (13th ed.). Boston: Cengage Learning.. Selama masih hidup, tubuh manusia pasti memiliki dan memproduksi hormon sesuai dengan kebutuhan tubuh. Dengan kata lain, sepanjang hidupnya, manusia pasti memiliki potensi untuk merasakan hasrat seksual. Selanjutnya, “apakah hasrat seksual tersebut akan terlihat dalam bentuk perilaku?” (misalnya, sentuhan fisik yang bersifat seksual antara lawan jenis) itu merupakan perkara lain. Gairah seks pasti dimiliki oleh semua orang, tetapi perilaku seksual merupakan hal yang berbeda. Budaya dan agama merupakan dua faktor kuat yang dapat memengaruhi persepsi seseorang akan gairah seks yang dimilikinya dan bagaimana perilaku seksual terjadi di masyarakat3Lehmiller, J. J. (2018). The Psychology of Human Sexuality (2nd ed.). Hoboken: John Willey & Sons.. Misalnya, pertanyaan berupa “Aku sedang horny, apakah jiwaku kotor?”mungkin sering terjadi di Indonesia, tetapi jarang terjadi di budaya Barat.

Jika Horny Kotor, Maka Semua Manusia Berarti Kotor

Jika horny berarti berjiwa kotor, maka berarti seluruh manusia ialah “kotor”. Tidak masuk akal bukan? Sekarang, timbul pertanyaan baru “apakah gairah seks merupakan suatu keburukan?” jawabannya tentu saja tidak. Artinya, gairah seks merupakan respons biologis yang patut untuk dipenuhi layaknya hasrat ingin makan dan minum. Memang, seks tidak seperti makan dan minum yang dapat menyebabkan kematian apabila tidak dilakukan. Akan tetapi, gairah seks juga memiliki manfaat bagi kehidupan jika dilampiaskan dengan benar. Layaknya makan dan minum, tentunya tubuh akan sehat jika kita memilih makan dan minum secara benar, bukan? Pelampiasan gairah seks yang tepat seperti terhadap pasangan tentu akan meningkatkan harmonisasi dalam hubungan berpasangan.

Horny Berarti Cinta

Gairah seks merupakan manifestasi perasaan cinta kita terhadap pasangan4Lehmiller, J. J. (2018). The Psychology of Human Sexuality (2nd ed.). Hoboken: John Willey & Sons.5Sternberg, R. J. (1986). A Triangular Theory of Love. Psychological Review, 93(2), 119–135. . Dengan kata lain, semakin mencintai pasangan, semakin tinggi pula hasrat seksual kita kepadanya. Namun, adanya gairah seks terhadap seseorang juga bisa terjadi hanya karena rangsangan fisik, misalnya seorang pria yang terangsang karena melihat wanita berpakaian seksi. Memang, cukup sulit membedakan gairah seksual yang timbul karena cinta atau timbul hanya karena rangsangan fisik (nafsu semata). Namun, hal tersebut tidak membantah bahwa horny atau gairah seks memiliki manfaat bagi keberlangsungan hidup manusia. Bukankah manusia –atau bahkan seluruh makhluk hidup– memiliki insting dasar untuk hidup secara berpasangan?

The following two tabs change content below.
Henri Satria Anugrah
Sarjana Psikologi (S.Psi), Universitas Gadjah Mada

Leave a comment

Your email address will not be published.


*