fbpx

Sahabat Adalah Orang yang Menerima Kita Seutuhnya

Sepanjang hidup, setiap orang memiliki aktivitas sehari-hari yang banyak berinteraksi dengan orang lain. Sejak anak-anak hingga remaja, kita memiliki aktivitas berupa belajar di sekolah dan berinteraksi dengan teman-teman di kelas. Ketika masuk ke dunia kerja, kita pun akan berinteraksi dengan orang lain, seperti teman kantor, rekan bisnis, dan pelanggan. Dari sekian banyak orang yang berinteraksi dengan kita, tidak semuanya memiliki hubungan yang akrab dengan kita dan mampu membuat kita merasa nyaman untuk menghabiskan waktu bersama. Hanya ada sedikit orang yang jumlahnya dapat dihitung dengan jari, yang mampu menjalin hubungan akrab dengan kita. Ketika bertemu dengannya, kita selalu merasa bahagia dan nyaman karena proses interaksi selalu berjalan dengan hangat tanpa adanya konflik yang berarti. Lantas, mungkin kita bertanya “mengapa hal ini bisa terjadi?”

Kemungkinan besar, mereka adalah orang-orang yang pantas disebut sahabat. Sahabat adalah orang yang berada di tingkat tertinggi dalam hubungan pertemanan. Dengan sahabat, kita akan saling bercerita tentang lika-liku kehidupan yang telah dialami. Dengan sahabat, hati manusia bisa menjadi kuat sehingga mampu menjalani kesulitan hidup yang menempa pribadi kita menjadi lebih baik. Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan manusia lain untuk menyelesaikan masalah hidup yang sedang dialami (fungsi jangka pendek) dan mengembangkan diri ke arah yang lebih baik (fungsi jangka panjang). Tanpa sahabat, manusia akan kekurangan semangat hidup dan lemah dalam menyelesaikan masalah sehari-hari. Tanpa disadari, kemampuan pikiran dan suasana perasaan manusia sangat dipengaruhi oleh orang-orang terdekatnya, tidak terkecuali sahabat. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memiliki sahabat yang membawa pengaruh positif bagi perkembangan pribadi kita (Baca Juga: 7 Cara Berpikir Positif dan 3 Syaratnya untuk Memaksimalkan Potensi Diri).

Mengapa Hubungan Persahabatan dapat Terjadi?

Hubungan persahabatan dapat terjadi ketika kita bisa menampilkan kepribadian kita secara utuh, tanpa terikat norma sosial, rasa malu, dan takut dipandang secara buruk di depan sahabat kita. Lalu, sahabat kita pun menerima pribadi kita secara utuh. Sisi baik kita dianggap bahwa itulah diri kita, sedangkan sisi buruk dipandang sebagai sisi baik, seakan kita tidak memiliki sisi buruk sama sekali. Dengan kata lain, sahabat adalah orang yang menerima seluruh kepribadian kita dan kita pun menerima seluruh kepribadian dia, seakan tidak ada sisi buruk sama sekali pada dirinya. Oleh karena itu, sahabat pasti percaya 100% kepada kita dan kita pun percaya 100% kepadanya (Baca Juga: Sisi Gelap sebagai Pelekat Hubungan dengan Orang Tercinta).

Mengapa Hanya Sedikit Orang yang Menjadi Sahabat Kita?

Alasan utama sedikitnya sahabat kita ialah sedikitnya orang yang memiliki banyak kesamaan dengan kita. Mengapa kesamaan penting? Karena dengan adanya kesamaan, kita meyakini bahwa sahabat kita adalah orang yang benar (menurut kita). Tentu, secara alamiah kita memandang bahwa diri kita adalah orang yang baik dan benar. Oleh karena itu, kesamaan menjadi penting dalam proses pembentukkan hubungan persahabatan.

Ciri-Ciri Sahabat

Setelah membaca paparan di atas, tentu kita penasaran “bagaimana caranya menyebut seseorang sebagai sahabat?”. Kita perlu mengetahui ciri-ciri sahabat untuk mengetahui secara pasti apakah seseorang yang ada di dekat kita layak disebut sebagai sahabat. Berikut adalah tiga ciri dari sahabat:

1. Menerima Diri Kita Apa Adanya

Sahabat adalah orang yang menerima diri kita apa adanya. Artinya, seluruh sisi dari kepribadian kita mampu diterima olehnya, dan dia akan menganggapnya bahwa “itulah diri kita”. Tanpa adanya salah satu sisi, meskipun itu buruk sekalipun, maka dia akan menganggap bahwa “itu bukan diri kita”. Sahabat akan selalu bahagia apabila kita menampilkan diri kita secara lengkap dan utuh.

2. Selalu Ingin Melihat Kita Berkembang

Sahabat adalah orang yang selalu melihat kita berkembang. Tanpa menyakiti hati kita, dia akan selalu menjauhkan kita dari keburukan. Apabila kita sudah dekat dengan keburukan, maka dia akan melakukan sesuatu untuk menolong kita agar menjauh dari keburukan tersebut. Sebaliknya, sahabat akan melakukan sesuatu dengan semangat apabila dia yakin bahwa sesuatu tersebut berdampak baik bagi kita. Dia melakukan itu karena ingin melihat kita menjadi orang yang selalu lebih baik.

3. Selalu Menolong Kita Ketika Mengalami Masa Sulit dalam Hidup

Orang yang menjadi sahabat kita akan terlihat dengan jelas apabila kita sedang mengalami masa sulit dalam hidup. Ketika kita sedang mengalami kesulitan, sahabat akan rela mengorbankan waktu, tenaga, bahkan materi untuk membantu kita lepas dari kesulitan hidup. Sahabat adalah orang yang menolong kita ketika mengalami masa sulit dalam hidup. Oleh karena itu, sahabat tidak akan rela melihat kita mengalami masa sulit.

Penutup

Demikianlah pengertian sahabat secara singkat. Tentu, paparan di atas belum cukup untuk menjelaskan keindahan dari hubungan persahabatan secara lengkap. Sejatinya, hubungan persahabatan bersifat abstrak, sehingga sulit untuk dijabarkan secara konkrit. Karena sifatnya yang abstrak, makna persahabatan lebih mudah dilukiskan dalam bentuk puisi agar keindahan dari persahabatan dapat terlihat dengan kuat. Namun, semoga artikel singkat ini dapat membantu pembaca untuk memahami makna dari sahabat dalam kehidupan nyata.

The following two tabs change content below.
Henri Satria Anugrah
Sarjana Psikologi (S.Psi), Universitas Gadjah Mada. Saat ini, bekerja sebagai Chief Marketing Officer di PT Amira Heksa Internasional (amiraheksa.com)

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*